Juli 5, 2020
PJB

PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) Menargetkan 2019 Zero Accident

PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) membidik 2019 zero accident waktu kerja. Bila tahun 2018 PT PJB dapat kantongi 20 juta jam kerja tanpa ada kecelakaan kerja, karena itu tahun ini diinginkan dapat lebih bagus lagi.

Salah satunya bagian sebagai perhatian penting PJB ialah penimbunan batubara. Batubara adalah bahan baku penting pembuat listrik. Karakter batubara yang gampang terbakar membuat team Keselamatan serta Kesehatan Kerja (K3) Dirut PJB harus makin tambahan berhati-hati.

“Ini rintangan besar karena kami mempunyai beberapa puluh unit pembangkit di Indonesia dengan 70 ribu makin pekerja. Karena itu semua harus pundak membahu merealisasikan zero accident ini, ” papar Sekretaris Perusahaan PT Pembangkit Jawa-Bali (PJB), Muhammad Bardan, Senin (14/1/2019).

Serta untuk menyemangati beberapa karyawan, PJB juga mengadakan beberapa tipe lomba dari mulai Lomba Ponggunaan APAR di antara General Manajer (GM) Unit serta Senior Leader. Sampai lomba baju K3 kreatif.

“Bulan K3 ini jadi rutinitas kami tiap tahun untuk membudayakan K3. Sekaligus juga memberikan dukungan program pemerintah merealisasikan Kemandirian Warga Indonesla Berbudaya K3 Tahun 2020, ” jelas Bardan.

Beberapa penghargaan di bagian K3 juga sukses didapat. termasuk juga delapan Sertifikat Emas SMK3 dari Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia serta Zero Accident Award. Sertifikat Emas SMK3 dikasih ke Unit Pembangkitan (UP Paiton). UP Cirata. UP Muara Tawar, Tubuh Pengelola Waduk Cirata (BPWC). Unit Usaha Layanan Operation and Pemeliharaan (UBJOM) Paiton, UBJOM Indramayu, UBJOM Arun, serta UBJOM Tenayan. Serta UBJOM Indramayu diputuskan untuk percontohan dalam soal K3 serta Lingkungan (K3L) di lingkungan PT PLN (Persero).

“Kami mengharap implikasi K3 bukan hanya dilaksanakan di tempat kerja. tetapi dengan cara automatis tanpa ada kita ketahui telah diaplikasikan dalam kehidupan setiap hari dimana saja kita ada. Sebab pada hakekatnya permasalahan K3 bukan hanya pemenuhan pada ketetapan perundangan, tetapi untuk tanggung jawab kepribadian untuk jaga keselamatan sama-sama manusia.

K3 bukan hanya program yang digerakkan perusahaan, tapi sebagi cerminan dari budaya dalam organisasi. Mudah-mudahan insan PJB bisa jadi perintis budaya K3. baik di lingkungan kerja, atau di tengahnya warga, ” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *