Mei 25, 2020
Sistem Pendidikan Montessori dan Keinginan untuk Belajar

Sistem Pendidikan Montessori dan Keinginan untuk Belajar

Dalam Pedagogy of the Oppressed, Paulo Freire bicara mengenai apa yang dia ucap skema perbankan pendidikan. Dalam skema perbankan, siswa dilihat untuk objek dimana guru harus tempatkan info. Siswa tidak bertanggungjawab atas pengetahuan berbentuk apa saja ; siswa harus mengingat atau menginternalisasi apa yang disebutkan guru padanya. Paulo Freire benar-benar melawan skema perbankan. Ia memiliki pendapat jika skema perbankan ialah skema kontrol serta bukan skema yang ditujukan untuk sukses mendidik. Dalam skema perbankan, guru ditujukan untuk membuat serta mengganti sikap siswa, terkadang secara hampir seperti perkelahian. Guru berusaha untuk memaksakan info ke tenggorokan siswa jika siswa kemungkinan tidak yakin atau perduli.

Proses ini selanjutnya mengakibatkan sejumlah besar siswa tidak menyenangi sekolah. Ini arahkan mereka untuk meningkatkan resistensi serta sikap negatif pada evaluasi pada umumnya, di titik dimana banyak orang tidak cari pengetahuan terkecuali dibutuhkan untuk nilai di kelas. Freire memikir jika salah satu langkah untuk mempunyai pendidikan yang riil, dimana beberapa siswa terjebak dalam kognisi, untuk mengganti dari skema perbankan jadi apa yang dia definisikan untuk pendidikan masalah posing. Freire memvisualisasikan bagaimana skema pendidikan masalah posing bisa kerja dalam Pedagogi Orang Tertindas dengan menjelaskan, “Beberapa siswa, saat mereka makin hadapi dengan permasalahan yang terkait dengan diri sendiri di dunia serta dengan dunia, akan berasa makin ditantang serta berkewajiban untuk menyikapi hal tersebut.

Sebab mereka memandang rintangan itu berkaitan dengan permasalahan lain dalam kerangka keseluruhan bukan untuk pertanyaan teoretis, pandangan yang dibuat condong makin gawat serta dengan begitu terus kurang teralienasi ” (81). Skema pendidikan yang ditingkatkan oleh dokter serta pendidik Italia Maria Montessori mendatangkan bentuk pendidikan masalah posing yang teruji serta efisien yang arahkan siswa untuk tingkatkan keinginan mereka untuk belajar serta bukan menghambatnya.

Sistem Pendidikan Montessori dan Keinginan untuk Belajar

Freire mendatangkan dua permasalahan penting dengan ide perbankan. Yang pertama ialah jika dalam ide perbankan seorang siswa tidak diwajibkan untuk aktif dengan cara kognitif. Siswa ditujukan untuk cuma mengingat serta mengulang info materi belajar smp , tidak untuk mengertinya. Ini menghalangi kreasi siswa, merusak ketertarikan mereka pada subyek, serta menggantinya jadi pembelajar pasif yang tidak mengerti atau mempercayai apa yang sedang di ajarkan tapi terima serta mengulangnya sebab mereka tidak mempunyai alternatif lain.

Resiko ke-2 serta lebih menegangkan dari ide perbankan ialah memberi konsepsi yang besar sekali pada mereka yang pilih apa yang di ajarkan untuk menindas mereka yang berkewajiban pelajarinya serta menerimanya. Freire menerangkan jika permasalahannya terdapat pada guru menggenggam semua kunci, mempunyai semua jawaban serta lakukan semua pertimbangan.

Pendekatan Montessori pada pendidikan lakukan hal yang sebaliknya. Itu membuat siswa lakukan semua pertimbangan serta pemecahan permasalahan hingga mereka sampai pada simpulan mereka sendiri. Beberapa guru cuma menolong menuntun siswa, tapi mereka tidak memberitahu siswa apa yang salah atau benar atau bagaimana permasalahan bisa dituntaskan.

Dalam skema Montessori, serta bila seorang siswa mendapatkan langkah untuk pecahkan permasalahan yang semakin lamban atau kurang efisien dibanding langkah mekanik standard untuk pecahkan permasalahan, guru tidak terlibat dengan proses siswa sebab langkah ini siswa belajar untuk mendapatkan jalan keluar oleh dirinya serta untuk pikirkan beberapa cara kreatif untuk menangani permasalahan yang lain.

Skema pendidikan di Amerika Serikat, khususnya dari sekolah fundamen sampai sekolah menengah atas, hampir sama dengan pendekatan perbankan pada pendidikan yang diterangkan Freire. Semasa sekolah menengah, sejumlah besar yang dilaksanakan siswa ialah duduk di kelas serta membuat catatan.

Mereka selanjutnya dipandang berdasar berapa baik mereka mengakhiri pekerjaan rumah serta project serta pada akhirnya mereka ditest untuk memperlihatkan jika mereka bisa mereproduksi atau memakai pengetahuan yang di ajarkan. Sejumlah besar waktu siswa cuma reseptor info serta mereka tidak ambil sisi dalam penciptaan pengetahuan. Langkah lain dimana skema pendidikan A.S. ringkas sama dengan skema perbankan perbankan ialah skema penilaian. Nilai siswa sejumlah besar menggambarkan berapa banyak mereka patuhi beberapa ide guru serta berapa banyak mereka bersedia ikuti instruksi.

Nilai menggambarkan penyerahan pada kewenangan serta tekad untuk lakukan apa yang diperintah semakin dibanding menggambarkan kecerdasan seorang, ketertarikan dalam kelas, atau pandangan mengenai materi yang di ajarkan. Contohnya, dalam kelas pemerintah di Amerika Serikat, seorang siswa yang tidak sepakat jika demokrasi perwakilan lebih baik dibanding bentuk pemerintah yang lain semakin lebih jelek dibanding siswa yang cuma terima jika demokrasi perwakilan lebih bagus dibanding demokrasi langsung, sosialisme, komunisme, atau bentuk lain dari skema sosial. Skema pendidikan memberikan penghargaan pada mereka yang sepakat dengan yang di ajarkan serta memberi hukuman mereka yang tidak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *